Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan adalah kompetensi bahasa Inggris. Ini sesuai dengan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa lulusan SMK harus memiliki daya saing tinggi yang salah satu indikatornya adalah dimilikinya kemampuan bahasa Inggris yang memadahi. Untuk mempersiapkan lulusan SMK yang siap berkompetisi dengan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup, maka dosen Bahasa Inggris dari Prodi Manajemen FEB UMY, Luluk Iswati, S.Pd., M.Hum mengadakan program pelatihan TOEIC (Test of English for International Communication) untuk siswa-siswi jurusan tata busana SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, yang berlangsung selama 15 sesi dari kurun waktu bulan Januari-Mei 2019. Program ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat dengan skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang didukung oleh LP3M UMY.

 

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, Panjang Triyono, S.T., M.Eng menyampaikan bahwa siswi-siswi tata busana di sekolahnya diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi yang berkaitan dengan minat bidangnya, tapi juga bisa memiliki kompetensi dalam bahasa Inggris yang cukup, sehingga ketika lulus nanti, mereka siap untuk berkompetisi di dunia kerja dengan percaya diri.Program pelatihan TOEIC dipilih karena TOEIC merupakan standar ukur kompetensi Bahasa Inggris untuk lulusan SMK yang telah ditentukan pemerintah.  TOEIC dekat dengan dunia kerja, karena materinya erat kaitannya dengan penggunaan ungkapan, kosakata, dan fungsi bahasa yang biasa digunakan di dunia kerja. Fokus utama keterampilan bahasa yang diajarkan adalah listening (mendengarkan) dan reading (membaca). Peserta diberikan latihan soal yang mengarah pada penggunaan keterampilan membaca dan mendengarkan. Untuk membaca, teks-teks yang diberikan merupakan functional texts, yaitu teks yang ditemui di dunia kerja seperti memo, schedule, announcement, dll. Sedangkan untuk mendengarkan, latihan-latihannya diberikan melalui teks audio berisi percakapan pendek orang-orang di tempat kerja. Pelatihan ini dilaksanakan dengan frekuensi 2x seminggu, setiap hari Rabu dan Jumat. Sebelum pelatihan diadakan, semua siswi tata busana SMK Muhammadiyah Bangunjiwo mengikuti pre-tes TOEIC yang diselenggarakan oleh Language Training Centre (LTC) UMY. Pre-test diadakan agar kemampuan siswa bisa terlebih dahulu dipetakan, dan nantinya dibandingkan dengan hasil post-test. Setelah pelatihan, siswa mengikuti post test TOEIC di tempat yang sama, dengan soal yang sama. Ada beberapa hal positif dari kegiatan pelatihan TOEIC ini. Pada saat pre-test, hanya 50% peserta yang datang, namun pada saat post-test, 100% siswa mengikutinya. Hasil dari pre-test dan post- test menunjukkan bahwa 40% siswa mengikuti post-test namun tidak mengikuti pre-test sehingga tidak bisa dipantau kemajuannya, 30% siswa mengalami kenaikan skor, 20% siswa mengalami penurunan skor, sedangkan 10% siswa skor nya tetap.

 

Salah satu peserta pelatihan, Nurul Atika, mengatakan, “ Menurut saya kegiatan pelatihan kemarin sangatlah bermanfaat, karena saya mendapatkan ilmu baru di setiap suasana pembelajaran yang sedang berlangsung. Metode pembelajaranyapun berbeda, tidak begitu rumit dan mudah dipahami.” Selain memberikan pelatihan TOEIC, program pengabdian ini juga menghibahkan sejumlah buku teks Bahasa Inggris terbitan pemerintah, buku bacaan berbahasa Inggris (short stories), modul pelatihan TOEIC, dan audio speaker. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa, tetapi juga memotivasi siswa untuk terus belajar dan mengasah keterampilan Bahasa Inggris mereka baik di kelas maupun di luar kelas.